
dengarkanlah isi hatiku tentang kamu, tentang kita...
sebuah jawapan kejujuran yang barangkali menyakitkan...
--------------------------------------------------------------------
aku,
terlihat cuba berjalan sendiri di kegelapan malam...
terlihat dari kejauhan satu bintang di balik awan...
terlihat cerminan wajah kegusaran hati mirip sendiri...
kamu,
terlupakan segala kepahitan masa yang lalu...
terlupakan dunia yang tak terlawan sendirian...
terlupakan, alpa dalam sedar kenikmatan dunia sementara...
kita,
teruslah menyendiri di balik tirai ciptaan ilusi mimpi...
teruslah menangisi kepergian bintang yang digilap terang...
teruslah mewarisi sandiwara yang tidak pernah terhenti...
dan akhirnya,
tetaplah tersenyum biar setinggi langit ombak membadai...
tetaplah bersabar biar apa pun tanggapan luaran...
tetaplah melangkah ke hadapan memperjudi harapan...
tetaplah berkerlipan wahai sang bintang yang satu, biar bukan untuk aku...
tetaplah bersinar, biar aku tersenyum luaran walau hakikatnya kedukaan dalaman....
--------------------------------------------------------------------
Yang Tak Terungkapkan:-
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------
aku,
terlihat cuba berjalan sendiri di kegelapan malam...
terlihat dari kejauhan satu bintang di balik awan...
terlihat cerminan wajah kegusaran hati mirip sendiri...
kamu,
terlupakan segala kepahitan masa yang lalu...
terlupakan dunia yang tak terlawan sendirian...
terlupakan, alpa dalam sedar kenikmatan dunia sementara...
kita,
teruslah menyendiri di balik tirai ciptaan ilusi mimpi...
teruslah menangisi kepergian bintang yang digilap terang...
teruslah mewarisi sandiwara yang tidak pernah terhenti...
dan akhirnya,
tetaplah tersenyum biar setinggi langit ombak membadai...
tetaplah bersabar biar apa pun tanggapan luaran...
tetaplah melangkah ke hadapan memperjudi harapan...
tetaplah berkerlipan wahai sang bintang yang satu, biar bukan untuk aku...
tetaplah bersinar, biar aku tersenyum luaran walau hakikatnya kedukaan dalaman....
--------------------------------------------------------------------
Yang Tak Terungkapkan:-
aku terpuruk sendiri, melayani sebuah kedukaan dalaman di sebalik sebuah senyuman kegembiraan luaran... biar tak ramai yang tahu, biar tak ramai yang mengerti, namun tetaplah aku gagahi tersenyum, biar ramai turut senyum menjalani hari mereka.... asalkan mereka gembira, aku tumpang tempiasnya, biarpun adakalanya sekadar dibuat-buat....
---------------------------------------------------------------------


2 comments:
:) sy senyum utk buat aidy tersenyum.. ha nampak x?
sy kagum dgn lelaki ada bakat menulis macam awk.. teringat zaman sy budak2 suke bace novel ahadiat akashah.. eh! merepek tol eh..
dulu pernah bace sajak dr Usman Awang kalo tak silap saya bunyinye cam nie -
gak gak gak
burung gagak...
simple jek kan? tapi bole digelar karyawan, masa tu sy terus pikir andainye karya tu bole dihasilkan dgn semudah itu, mesti ramai karyawan kat mesia nie...
Cinda:
thanks untuk sebuah senyuman itu...
thanks juga atas kekaguman itu...
namun,
sy masih tetap insan biasa yg tetap punya seribu satu kelemahan manusia lain... ;)
p/s: sebuah persembahan penulisan itu layak digelar karya jika ianya datang dari sudut hati yang dalam... jika membacanya, pasti kita mampu membezakannya.. wallahualam :)
Post a Comment