Sunday, December 12, 2010

Nafsu Yang Menghilang...


jangan salah paham, nafsu yang SATU tue tetap ada, tak pernah hilang.. cuma aku belum kawen, jadi tak dapat nak praktikkan ikut syariat agama.. yang tak ikut syariat agama plak ??

erk !! no komen please...
(sambil buat lagak selamba artis claywood – merujuk “Kuala Lumpur + wood”)

kebelakangan ini, nafsu jari aku kaku.. jadi, tiada rasa jiwa untuk menaip, jauh sekali untuk menulis.. jika pena itu punya hati, haruslah dia merajuk manja dengan aku... nasiblah tak begitu..

tak hanya itu, untuk membaca pun, aku perlu pikir tujuh lapan kali dulu sebelum buat... puas sudah hati aku memujuk rayu supaya aku rajin membaca, namun nafsu juga yang menang akhirnya... kalau hati itu boleh berkata-kata, mahulah dia resign tak tahan dengan kemenangan nafsu malas yang menjadi-jadi ini..

okey, cukup sampai di sini...
mahu komen, silakan.... tak mahu pun tak ada salahnya....
wallahualam...

Aidy Shahiezad:- entri semakin kurang gaya, mutu dan keunggulannya.. sedang berkira-kira untuk tutup sahaja blog yang satu ini... hurm...

regards,

Sunday, December 5, 2010

Merah Sang Dal Alif Rho Kha...


1. jumaat lalu, diarahkan secara paksa rela oleh doktor untuk memberikan sampel darah..

2. bukan setitik dua, tapi penuh satu acuan picagari berukuran sederhana besar !! cuma sedikit kecil dari ukur saiz acuan terpanjang yang ada pada diri aku selama ini... adeh..

3. demi melihatkan wajah aku yang agak menggelinjang kaget, sang doktor bertanya, “takut aaa ??”

4. dengan riak yang cuak, aku membalas, “doc, i’m not really bother about this tiny needle.. but, what’s really bother me most right now is looking at my own blood !!”

5. sepantas kilat, sang doktor tue tergelak !! haih..

6. dan seperti yang aku jangka, episod selepas itu hanyalah mengulangi episod yang berlaku sebagaimana tiga tahun lepas.. aku terus demam sampai sekarang !!

7. okay, sekarang aku mengalah... aku mengaku yang aku sememangnya tak boleh tengok darah aku sendiri dalam kuantiti yang banyak... nasib baik aku tak pengsan terus..

------------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- bayangkan jika aku seorang superhero yang jadi pujaan khalayak, haruslah indeks kemachoan aku merudum jatuh dek kerna kelemahan yang satu nie.. huhuhu...

regards,

Thursday, December 2, 2010

Inginku Terbatas Dek Sebuah Ranjang !!


Ingin berkongsi rasa ria, namun jari jemari tak mampu menari bebas riang atas papan kekunci plastik nie... ingin bersuara rasa rindu, namun hati tak cukup tega berteriak yakin bangga... ingin juga, meluang sedikit masa yang masih bersisa, namun tenaga dalaman seperti tak membenarkan barang sedikit dua ia luak [ultraman juga punya had tenaga dalaman tertentu, inikan pula aku yang hanya lelaki biasa]... ingin rasanya mencurah kongsi jalan pikiran seperti lazimnya, namun tarikan empuk sebentang ranjang yang mengujakan setiap malam acapkali menganggu gugat niat dan hasrat...

Untuk seketika, aku urungi hasrat, aku tangguhkan niat..

Aidy Shahiezad:- inginku terbatas seketika sehingga tiba saat seorang datang dengan sebuah pernyataan hasrat inginkan aku... :P

Nota Kaki Khas:- buktikan sokongan terhadap penulisan karya kreatif dengan berkongsi buah fikiran korang dalam ruangan komen... tanpanya, idea aku sering tertuntas dan barangkali syok sendiri... :)

regards,

Sunday, November 28, 2010

Sebelum Terlewat .::. [Chapter 4 - Kepada Hati Itu]


Chapter 4: Kepada Hati Itu

Part I

Deru angin berhembus lembut ketika itu. Budi membuka matanya dan menarik nafas panjang. Dia mendepakan kedua tangannya sambil menikmati dan menghirup udara segar laut di hadapannya.

“Budi !!!”, suara meneriak namanya sayup-sayup kedengaran di sebalik bunyi ombak yang kuat menderu.

Dia menoleh. Sesusuk tubuh anak kecil berlari-lari anak sambil melambai-lambai ke arahnya. Dia tersenyum.

“Budi....”, anak kecil itu memanggil namanya lagi saat menghampiri Budi. Tercungap-cungap nafasnya ketika itu.

“kenapa berlari tak cukup tanah nie ??”, soal Budi.

“tengok nie.. cantik tak ??”, soal anak kecil itu manja. Tangannya menunjukkan kulit cengkerang berwarna putih kepada Budi.

Budi hanya sekadar mengangguk.

“nie untuk Budi...”, tangannya mengunjukkan kulit cengkerang dan diletakkan di atas tapak tangan Budi.

“terima kasih sayang..”, ucap Budi lantas mengucup dahi anak kecil itu.

Anak kecil itu tersengih manja. Kemudiannya, dia berlari menuju ke arah air laut yang memancar-mancar kejernihannya dek sinaran sang matahari terik.

“jom main air..”, ajak anak kecil itu sambil melambai-lambaikan tangannya.

Budi sekadar mengangguk, membalas dengan sebuah senyuman. Fikirannya menerawang jauh ke laut lepas.

“Budi !!!”, kedengaran suara anak kecil itu berteriak...

“Budi !!!...”

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

“Budi !! Budi !!..”, namanya diteriak lagi.

Terasa pipinya seperti ditampar-tampar lembut. Dia membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Matanya meliar memandang sekeliling. Tiada lagi kelibat anak kecil itu atau deru ombak menemaninya saat itu.

“dah sedar pun... are you okay Budi ??”, soal Farah kepadanya.

Budi sekadar mengangguk lemah. Kepalanya terasa berdenyut-denyut ketika itu. Dia cuba untuk bangun sambil dibantu oleh Aidil dan Kiki.

“apa dah jadi bro ?”, soal Aidil pula.

Budi menggeleng-gelengkan kepalanya sahaja.

“okay ke tak nie ??”, soal Razif pula.

“okay.. aku rasa okey sikit dah..”, balas Budi ringkas.

“korang pergi hantar Budi balik dulu.. lain kali je kita sambung practice kita...”, arah Farah kepada yang lain.

Masing-masing mengangguk setuju.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Usai dihantar pulang oleh Aidil dan Kiki tengah hari tadi, Budi terus merebahkan tubuhnya di katil. Sedar tak sedar, dia terlelap terus. Menjelang senja barulah dia terjaga.

Setelah mandi, barulah badannya terasa segar sedikit. Budi menoleh sekeliling, kelibat Amar tidak dilihatnya langsung.

“mungkin dia keluar kot..”, fikir Budi lagi.

Dia hanya menghabiskan hari itu dengan menonton televisyen sahaja.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Part II

Hari itu, Budi tidak mempunyai apa-apa aktiviti luar. Untuk mengelakkan kebosanan, dia mencapai notebook, lantas terus menghidupkannya. Setelah notebook dihidupkan, dia membuka Yahoo Messenger miliknya.

Selesai login, tertera senarai rakan-rakannya yang saat itu sedang online. Matanya memerhatikan satu persatu senarai tersebut dan terhenti pada satu nama.

Budi lantas mengklik nama tersebut dan paparan skrin mesej keluar selang beberapa saat kemudian.

“assalamualaikum ??”
BUZZ..

Budi sabar menanti jawapan balas. Sambil itu, dia melayari beberapa laman web lain.

Lima minit berlalu dan masih tiada sebarang jawapan balas. Dia menyabarkan hatinya dan terus menyambung melayari laman web lagi.

Lima belas minit terus berlalu. Masih tidak berbalas. Riak muka Budi sedikit menunjukkan rasa hampa. Dia menghela nafas panjang. Skrin Yahoo Messenger tersebut ditutup.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Malam itu, Amar mengajak Budi untuk makan malam di sebuah restoran Tom Yam. Hati Budi agak panas apabila dipaksa memandu sehingga ke Bangi semata-mata untuk makan Tom Yam. Baginya, di sekitar rumah mereka pun ada banyak restoran sebegitu.

Namun, Amar beria-ia mengajaknya makan di situ juga atas alasan masakan di situ yang sedap. Budi sekadar menurut sahaja kemahuan teman serumahnya itu walaupun dia merasakan sedikit tidak puas hati.

Sesampainya di situ dan memarkir kereta Savvy miliknya di tempat yang dikhaskan oleh restoran tersebut, mereka terus memilih untuk duduk di meja yang berhampiran dengan hiasan kolam air buatan. Kolam air tersebut dipenuhi dengan ikan-ikan kecil berwarna-warni, yang kelihatan bebas berenang-renang mengelilingi kolam itu.

Tidak sampai 5 minit mereka memesan set makanan, pelayan tersebut datang kembali ke meja mereka.

“maafkan saya.. boleh saya tahu siapa encik Budi ??”, soal pelayan tersebut lembut.

“saya.. kenapa ye ??”, soal Budi kehairanan. Fikirnya ketika itu, bagaimana pula pelayan restoran tersebut tahu akan namanya.

“owh.. ada pesanan untuk encik Budi..”, balas pelayan itu sambil menitipkan sekeping kertas kecil yang dilipat ke atas meja Budi.

Budi mengucapkan terima kasih kepada pelayan tersebut. Setelah pelayan tersebut beredar dari meja mereka, barulah dia mengambil dan membuka kertas kecil tersebut.

Selesai membaca pesanan tersebut, wajahnya sedikit berubah kemerahan. Dia menoleh ke arah suatu sudut di dalam restoran tersebut.

“sekejap lagi aku datang balik...”, ujar Budi lantas bingkas bangun menuju ke sebuah meja yang berada di sudut hujung restoran tersebut.

Mata Amar hanya mengekori arah yang dituju oleh Budi saat itu. Kelihatan Budi duduk di sebuah meja yang ketika itu terdapat seorang lelaki berusia 50-an di situ.

“Budi apa khabar ??”, lelaki tersebut bertanya sebaik Budi duduk di hadapannya.

“macam biasa je..”, jawab Budi acuh tak acuh.

“Datuk nie mengekor saya ke ??”, soal Budi semacam tak berpuas hati.

“salahkah kalau nak jumpa Budi sekejap ??”, soal lelaki tua itu kembali.

“tak ada salahnya pun... tapi, saya takut saya banyak mengambil masa Datuk pulak...”, sindir Budi tajam.

Lelaki itu hanya mengangguk perlahan.

“masa untuk Budi sentiasa ada, cuma Budi je yang tak mengizinkannya...”, balas lelaki tua itu lagi.

Budi lantas merenung tajam ke arah lelaki tua tersebut. Lelaki tua tersebut hanya senyum sinis.

“dengar kata Budi pengsan tempoh hari... Budi sakit ke ??”, soal lelaki tua itu cuba mengendur suasana ketika itu.

Budi menggelengkan kepalanya. Hatinya tertanya-tanya bagaimana lelaki tua itu tahu akan kejadian tempoh hari.

“saya okey je... macam biasa...”, ringkas jawapan Budi lantas bangun untuk meninggalkan meja tersebut.

“Datuk Faisal... i’m appreciate your concern about me... tapi, rasanya tak perlulah sampai pasang spy atau mengekor saya ke sana-sini okey... harap Datuk paham...”, bisik Budi di telinga lelaki tersebut. Kata-katanya, walaupun masih lembut, namun nada-nada ketidakpuasan hatinya tetap ditekankan di situ.

“assalamualaikum...”, ujar Budi, langsung meninggalkan lelaki tua yang bergelar Datuk untuk kembali ke meja Amar.

Sekembalinya Budi di meja mereka, Amar melihat kelibat lelaki tadi bangun dan beredar keluar.

“siapa tue Budi ??”, soal Amar ingin tahu.

“ahh.. abaikan jelah... bukan sesapa pun...”, jawab Budi selamba.

“dah-dah tue, jom makan... aku lapar nie...”, sambung Budi lagi.

Amar hanya mengangguk. Namun, fikirannya ligat memikirkan tentang lelaki tadi dan hubungannya dengan Budi, teman serumahnya.

“eh Budi, aku nak pergi toilet sekejap okey...”, Amar mencari helah dan bingkas bangun.

Budi mengangguk tanpa memandang ke arah Amar. Ketika itu, dia leka menghirup kuah Tom Yam yang masih panas.

Amar bergegas ke arah kawasan parkir kereta. Matanya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari kelibat lelaki tadi. Di sudut kawasan parkir kereta itu, dia nampak kelibat seorang lelaki berjalan menuju ke arah sebuah kereta hitam.

Amar berlari pantas untuk memintas lelaki tersebut dan lantas memegang bahunya dari belakang.

“maaf encik... saya nak tanya sikit...”, ujar Amar dari belakang lelaki tadi.

(kembali bersambung jika permintaan berterusan..)

Aidy Shahiezad:- maaflah sebab dah 3 minggu tak update kisah novel nie... dan sekarang, aku update panjang sket dari kebiasaannya... semoga korang enjoy k....

regards,

Saturday, November 27, 2010

Abstrak Liar Sebuah Perjudian..


acapkali hati tertanya, apa yang salah kali ini ??
minda separa sedar menerawang manja penuh persoalan, besar sangatkah dosa ??
benak jiwa gundah gulana terfikir seketika, apakah tak cukup layak aku seadanya ??

terasa diri terbiar hina berteka-teki sendiri..
dan terasa terkontang-kanting menyoal tapi tak pernah berjawapan... haih...

inilah rencah aneka rasa dari sisi sebuah kehidupan...
yang terkadang perlu contengan abstrak liar demi manfaat sebuah keseronokan...
kompleks, namun tetap ia sebuah perjudian maha agung untuk mencorak sebuah perjalanan....

perjudian... sigh..
sebuah kalimat yang tak pernah ada penghujung kepuasannya...

-------------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- yang terlarang itu tetap sahaja godaan terindah dalam sisi kehidupan...

regards,

Thursday, November 18, 2010

Di Sebalik Sebuah Emansipasi Diri..


pertama kali aku tau kewujudan perkataan emansipasi dalam kamus Dewan Bahasa dan Pustaka Inggeris adalah bila mana si Mariah Carey pinjam sekejap perkataan tue untuk tajuk album dia, The Emancipation of Mimi... sebelum tue, sumpah aku tak pernah amek tau pun... al-maklum, perbendaharaan kata Inggeris aku adalah terbatas... ahaha...

okay, lupakan pasal Mariah Carey tue dulu sebab nie blog aku dan bukannya blog dia... kalau kau nak tau pasal Mariah Carey tue sangat, kau gie la kat website dia je... fair and square kan ?? huhuhu..

------------------------------------

Lurus

dalam menelusuri kehidupan seharian, aku mengaku yang aku cukup lurus... bukan lurus yang straight tue, tapi lurus yang bendul tue la... erkkk !! ehhh sekejap... sekejap... tapi, bukan la bermakna aku tak lurus plak kalau yang bab straight tue... haih... dah berbelit-belit dah kenyataan aku nie... hohoho... tapi siyesly, playing straight (lurus bendul) is simple and safe... cuma, bila mana kita lurus, dia datang sekali dengan pakej skema... betul kan ?? kan ??

Bengkok

cukup tak seronok sebenarnya, bila diri kita terkait sebagai skema.. aku ingat lagi, bila mana ada sorang blogger misteri bernama Jane (bila sebut nama kau, terus aku teringat akan hutang entry aku kat kau tue... hahaha..) pernah kata yang aku nie skema.. haih... tak bestnya la bunyinya... huhuhu... kalau ikutkan, imej lurus + skema tue dah lama aku cuba kikis sebenarnya... cuma tinggal saki-baki je lagi tue... tue pun orang still kata skema... adehh... i guess, playing bent is not enough kot... hohoho...

Simpang-Siur

bila mana kita cuba lari dari kenyataan lurus + skema secara total, nescaya ia akan bercampur-baur menjadi rojak.. hahaha... tapi, percaya atau tak, bila banyak simpang yang bersiur dalam meniti kehidupan seharian, hidup ini terasa seperti lebih kompleks... dan sebuah kehidupan yang kompleks, pastilah akan lebih banyak mencetuskan tragedi dan konflik yang kita sendiri tak terjangka..

being in complex degree of life is just making us more complicated to be understand by others, and also not to mention, it’s not safe at all... but, i like it so much !! kerana ia menandakan sebuah emansipasi kehidupan dari sisi yang berbeza dari sebelumnya... hahaha...

aiyark !! adakah aku telah menjadi mangsa sebuah kehidupan kompleks aku sendiri ??

------------------------------------

Aidy Shahiezad:- sesuatu yang indah itu adalah mimpi nyata kita untuk terus bertahan dari sebuah kehidupan yang pelbagai darjah kompleksnya....

regards,

Wednesday, November 10, 2010

Ramah 'Ramas' Mesra Hati...

(ini bukan pic dalam kapal perang, tapi kapal terbang !!)

ini kesah semalam... aku cuba nak memecahkan buku Guinness ‘Kuala Lumpur’ Records dengan terus-terusan mengorder set Spicy Chicken McDeluxe untuk malam kedua berturut-turutnya. Tatkala berada kat kaunter order tue, sambil buat berpikir-pikir nak order apa malam tue, boleh plak gadis kaunter tue buat lawak bodoh sekejap dengan soklan macam nie,

“abang nak order apa ?? roti canai set besar, set kecik semua ada...”, gadis tue mengoffer dengan confident.

“ehhh... mcD ade menu baru ek ???", tanya aku lungu.. dia gelak kecik plak... hampeh, sah aku kena main....

Aku pun sekadar order set Spicy Chicken McDeluxe jelah.. bagi korang yang sememangnya tahu sejak azali bahawa aku tak makan pedas, jangan terkejut plak ek... ini cubaan bunuh diri sebenarnya... huhuhu....

tika aku nak blah dari kaunter tue, gadis tue cakap lagi,

“next time, kita akan keluarkan menu roti canai tue ek... time tue abang boleh order...”

wahhh... apakah ini cubaan beramah ‘ramas’ mesra dengan hati suci murni aku plak ?? sorry dik, tak makanlah cubaan murahan macam nie.. hohoho...

finally, aku jawab..

“adik, abang tak makan roti-roti macam tue... abang makan roti berkualiti je....”, dan terus aku blah dengan sepantas kilat sabung menyabung... kau bajet kau comel ek ?? amek kau... hahaha....

Aidy Shahiezad:- terasa macam nak turun karaoke jumaat nie.. ade sesapa yang berminat ?? bolehlah nyanyi lagu Ghazal Untuk Rabiah sesama nanti... huhuhu...

regards,

Sunday, November 7, 2010

Sebelum Terlewat .::. [Chapter 3 - Silap Langkah]


Chapter 3: Silap Langkah

“Gulp...”, dia berulang kali menelan air liurnya. Adrenalinnya yang mengalir pantas menghujam jantungnya cuba ditenangkan.

“err... Liya...”, Budi cuba bersuara.

“kenapa ?? kau takut ??”, Liya seakan mengejek.

Jarinya semakin ligat menari-nari di bahu Budi saat itu.

“err... kau nak buat apa sebenarnya nie ??”, soal Budi meminta kepastian.

Malam kala itu seakan tidak terasa kedinginannya lagi. Jernih-jernih halus peluh mula membasahi muka Budi.

“kau rasa ??”, Liya menyoal balas. Soalan balas yang seakan-akan cuba bermain teka-teki.

“aaa... aaa.. aku tak boleh la Liya... aku tak boleh...”, Budi cuba menepis jari-jari halus Liya daripada terus melingkari tubuhnya.

“kenapa tak boleh ?? aku tak cukup bagus untuk kau ??”, Liya menyoal lagi dengan nada yang sedikit mengejek.

“sebab aku... sebab... aku.. aku...”, suara Budi tergagap-gagap, seolah-olah ada batu besar yang tersekat di tengah saluran kerongkongnya.

“sebab apa ?!”, sergah Liya dengan nada yang sedikit keras.

“sebab aku tak mampu !!”, demikian jawapan yang terpacul keluar dari mulut Budi saat disergah suara keras Liya.

“kau gay ??”, Liya ketawa mengejek.

“ehh.. bukan.. bukan !!!”, sanggah Budi pantas.

“yelah tue... now I know...”, Liya semakin galak ketawa dengan sinis.

“don’t worry... I won’t tell others...”, Liya membisik perlahan ke telinga Budi sambil mula mengatur melangkah meninggalkan Budi yang agak keliru ketika itu.

Budi terduduk di muka pintu. Seluruh badannya basah oleh peluh yang mengalir sedari tadi lagi.

Di saat itu, temah serumahnya muncul keluar dari pintu lif yang bertentangan dengan rumah mereka.

Demi melihat keadaan Budi ketika itu, Amar terus meluru mendapatkan temannya itu.

“kenapa nie Budi ??”, soal Amar sambil dia cuba membangunkan Budi.

“err... takde papelah..”, Budi cuba untuk menyembunyikan apa yang berlaku sebentar tadi.

“abes yang basah segala bagai nie apa bendanya ?? kau nampak hantu ek ??”, soal Amar. Sempat lagi dia mengusik temannya itu.

“dah la.. aku gie mandi dulu..”, Budi cuba mematikan perbualannya dengan harapan Amar tidak bertanyakan apa-apa lagi mengenai kejadian tadi.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Selesai mandi, Budi sekadar menyantaikan diri di atas sofa sambil menonton televisyen. Habis semua channel yang ada ditukar silih berganti olehnya, namun tiada satu pun yang menarik minatnya untuk menonton.

Ketika itu, Amar datang ke ruang tamu tersebut dan mengunjukkan segelas mug berisi milo panas kepada Budi.

“ceritalah apa yang dah jadi tadi.. aku nampak Liya masa nak naik lif tadi..”

“tak mahulah...”, balas Budi ringkas.

“ala kau nie.. ceritalah kat aku, bukan luak pun air liur kau tue setakat cerita kat aku nie... please...”, Amar memujuk Budi lagi.

Budi menghela nafas panjang saat itu.

“tapi, kau mesti janji dengan aku.. kau jangan gelak lepas aku cerita nanti..”, ujar Budi.

“okey, okey... promise !!”, balas Amar pantas sambil tersengih girang.

Budi pun menceritakan sedari awal apa yang berlaku tadi. Amar dengan khusyuk mendengar sahaja cerita Budi saat itu.

Usai mendengar cerita Budi, Amar tergelak besar.

“oit.. kan kau dah janji tak gelak tadi...”, protes Budi akan tindakan Amar kala itu.

“ala... sorry weyh, sorry sangat... aku tak boleh nak tahan... kelakar sangatlah...”, jawab Amar sambil cuba untuk mengawal gelaknya.

“abes tue, kau mengakulah kat si Liya tue yang kau gay ??”, soal Amar. Dia gelak lagi.

“woi... kau gila ke ?? mana ada aku cakap aku gay la bodoh...”, marah Budi. Dia mengetap-ngetapkan giginya sambil mengawal amarahnya.

“okey, okey... kalau kau tak cakap pun, aku sure dia dah ingat kau macam tue...”, terang Amar lagi.

“consider problem darah gemuruh kau dengan perempuan yang tak sudah-sudah tue, aku gerenti dia memang dah anggap kau laki macam tue... kan ??”, sambung Amar menyimpulkan konklusi ketika itu.

“ehh... kau jangan macam-macam...”, Budi cuba untuk menidakkan kesimpulan yang dibuat temannya itu.

“alang-alang dia dah anggap macam tue, apa kata kau jadi jelah macam apa yang dia anggap tue... kan senang...”, selamba Amar mengusulkan.

Budi mengerling tajam ke arah Amar. Amar hanya tersengih mengejek.

“kau pun dah memang cukup ciri-ciri nak jadi macam...”

Bukkk !!!

Belum sempat Amar menghabiskan percakapannya, sebuah bantal kecil melayang, tepat mengenai mukanya.

“weyh !! apa nie ??”, protes Amar.

“kau jangan nak mengada-ngada okey...”, jawab Budi. Tona mukanya kelihatan merah kala itu.

Budi mengangkat kaki, lantas melangkah laju menuju ke biliknya.

“dah la.. aku ngantuk, nak tido...”, pantas Budi mematikan bicara.

Amar masih tergelak kecil melihat telatah temannya saat itu.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Hari itu hari minggu. Pagi itu, Budi bersiap awal kerana dia mempunyai latihan rutin persembahan bersama-sama beberapa orang rakannya. Latihan ini adalah rutin hari minggunya di kolej.

Saat menjejak kakinya melangkah masuk ke dalam studio latihan, kelihatan Aidil dan Kiki telah sedia sampai. Masing-masing sedang berbual kosong sambil menantikan kehadiran teman-teman yang lain.

Tidak lama kemudian, Razif dan Farah pula tiba bersama-sama. Budi sekadar menjeling ke arah Farah yang baru tiba itu. Farah yang menyedari jelingan tajam Budi saat itu hanya mendiamkan diri.

“okey guys.. jom mulakan latihan...”, teriak Aidil.

Semua mengambil tempat masing-masing ketika itu. Aidil bersama gitar bassnya, Kiki bersama keyboard, Razif di posisi drum dan Farah sebagai penyanyi vokal. Budi pula bertindak selaku pemain gitar lead dan turut memainkan peranan penyanyi vokal juga.

“kita mulakan dengan lagu Pujaanku, okey ??”, usul Budi sambil membetulkan tali gitarnya.

Masing-masing mengangguk setuju. Perlahan-lahan, muzik mula dimainkan.

Andaikan malam tiada pernah kan berakhir
Setiap ku bersamamu mungkin tak berhujung
Betapa rindu ini tak pernah mati
Kekasih hatiku hanyalah engkau

Saat mulut manismu memanggil namaku
Hatiku pun bergetar bagai terserang rindu
Betapa aku menyanjungi dirimu
Buta mata dan hati untuk yang lain

Memetik gitar menyanyi syair yang tulus
Persembahan kalbuku
Nantikan dikau di tidur lelapku
Pujaanku

Burung berkicau tanda setia pada pagi
Ku dengan engkau tak bisa dipisahkan lagi
Jantungku kau mintapun kan ku berikan
Betapa dalamnya cinta untukmu

Farah dan Budi cuba membawakan lagu tersebut dengan sepenuh penghayatan mungkin. Ketika irama lagu mula memasuki frasa rangkap ulangan, pandangan mata Budi menjadi sedikit kabur dan perlahan-lahan gelap. Dia cuba untuk bertahan, namun gagal.

Budi rebah secara mengejut !!

(bersambung lagi jika ada permintaan)

Aidy Shahiezad:- aku tak pasti, adakah korang mampu menerima jalan cerita sebegini ?? tapi, aku tetap nekad untuk gamble !! uhuks...

regards,

Wednesday, November 3, 2010

Metafora Sang Ikan !!


status Yahoo Messenger (YM) aku hari nie,

“ikan, kalau dah lama-lama sangat dibela dalam akuarium jadi tak sedap nak dimakan... so, kena la selalu cari stok ikan baru yang lebih segar..”

adakah aku bercerita tentang anak ikan ??
atau mungkinkah aku sekadar meminjamkan metafora ikan sebagai galang-ganti kaitan dalam kehidupan ?? haih.. kesian sungguh pada ikan yang tak bersalah di situ...



kenapa mesti ikan ?? dan bukan ayam, itik, atau arnab yang dijadikan perumpamaan ?? seriously, aku sendiri pun takde jawapan konkrit tentang itu... naluri hati aku kuat menjustifikasi bahawa penggunaan metafora ikan di situ adalah lebih tepat... ahaha...

dah menjadi resam dunia kot, bila kita memilih ikan kat pasar, mesti kena belek-belek, kena tunjal-tunjal sket ikan tue dulu semata-mata nak check isi dalam dia, then barulah boleh decide sama ada nak beli ke tak ikan tue... kan ?? kan ??

jadi, ikan tak bolehlah complaint lebih-lebih lepas nie sebab dah memang sejak azali teradaptasi cara yang sebegitu... bila masih elok dan segar, dijaga dan disimpan sebaiknya... bila mana busuk dan menjengkelkan, boleh campak terus ke dalam tong sampah !! hehehe...

-------------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- metafora ikan ini sekadar metafora ringan-ringan sahaja... andai ada yang terasa, telan saja air liur sendiri okey... ahaks..

regards,

Thursday, October 28, 2010

Orang Lain Punya Lagi BESAR...


aku baru saja meluangkan masa hampir lewat empat (4) jam membaca siri penulisan novel secara online milik karya seseorang di luar sana... agak memenatkan tulang belakang aku dan meletihkan bebola mata berkaca aku nie...

lima puluh lima (55) chapter, meliputi seratus sembilan belas (119) muka surat bila di convert masuk dalam version microsoft word tue, kau mampu ke nak memberi penghayatan tingkat tinggi yang jitu gaya aku nie ?? hahaha... namun, di sebalik tulang belakang yang terseksa akibat postur pembacaan yang kurang stabil tue, pembacaan kali nie menyedarkan aku tentang suatu perkara...

“dilema dalam hati itu, setiap masa dihadirkan untuk kita sebagai sebuah standard kayu pengukur keterbuktian betapa mendalamnya perasaan hati berbelah bahagi di antara masa lalu dan masa depan...”

kalian, hakikat masa silam bukanlah untuk dibuang jauh hilang, malah jauh sekali untuk dilupakan mahu pun terlupakan... masa silam adalah pencorak masa mendatang, justeru pantas sekali ia di simpan rapi di suatu sudut kotak hati... sesekali sahaja ia perlu dimainkan demi memulihara nilai sentimentalnya...

namun begitu, yang pantas untuk dipertahankan adalah masa mendatang sebenarnya... menghargai seadanya masa mendatang adalah lebih baik kerna itu yang semestinya telah berada di depan kita sebagai melodi utama sang kotak hati... jadi, mengapa harus menoleh belakang, biarpun sekadar mengintai sipi-sipi tirai kamar yang ditutupi kelambu halus !!

jom merenung, menenung dan ditenung bersama-sama...

-----------------------------------------------------------------

“sepucuk surat yang manis, warnanya pun merah hati..
bagai bingkisan pertama, tak sabar ku buka..
satu dua dan tiga, ku mulai membaca...

surat cintaku yang pertama membikin hatiku berlomba..
seperti melodi yang indah kata-kata cintanya padaku...”

- Vina Panduwinata / Oddie Agam -

-----------------------------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- semakin jealous dengan orang lain punya yang BESAR-BESAR amat !! ahahaha...

regards,

Monday, October 18, 2010

Tiga Kali Tekan, Berakhir Jadi Tekanan..


Satu Kali Tekan:-

kemusykilan aku tentang bil telefon yang memanjang je mencecah RM250 akhirnya terjawab... hampeh betul makhluk yang tetiba charged aku RM8 per transaction untuk benda yang aku tak subscribe pun... kalau satu takpe la gak, nie sampai 10 transaction... melayang RM80 sebulan... haih... bagi duit free je aku kat telco selama nie... padan la payah betul itemised bill aku nak keluar, asyik keluar standard bill je... rupanya, ada muslihat licik rupanya kau kat situ...

Dua Kali Tekan:-

petang tadi, macam ada suara-suara ghaib yang cuba meracun aku... ahaha... mulanya, aku macam agak kebal gak la... tapi, last-last suara-suara ghaib tue berjaya gak meresap ke benak sanubari aku yang telap mudah nie... hurm.. tapi betul gak... apesal aku yang ended up buat semua kerja kat opis ?? mana orang lain ?? hilang dengan rekod atau hilang secara silap mata alasan semata ??? haih... yerp, aku yang nampaknya struggle dengan timbunan kerja melampau.. senarai prioritas kerja aku lebih panjang dari senarai barang aku nak shopping setiap bulan... makanya, jangan complaint banyak okey !! uhuks...

Tiga Kali Tekan:-

kalau la aku boleh charge OT, confirm aku dah kaya raya dah sekarang nie... hahaha... tapi, masalahnya polisi berhabuk sejak dari zaman berzaman dah terang-terang tulis, “no OT for gaji kategori sederhana dan tinggi”... haih... apa punya polisi la nie ?? masalah besar pengubal polisi nie dulu, depa tak sedar yang banyak kena buat keja adalah mid-level punya working staf dan bukannya staff picisan yang sibuk dok menghitung angka 5.30 petang setiap hari dan akhir bulannya, sibuk plak nak bising-bising pasal claim kosong !! betul-betul hisap darah nie... ehh silap, hisap peluh sebenarnya sebab air-cond dipaksa tutup lepas office hour... kehkehkeh....

Aidy Shahiezad:- jari telunjuk kanan aku problem sket.. start semalam dah lain macam, sekarang nie dah tak boleh nak bengkok pun... tapi, sempat lagi la aku nak buat mind-dancing lagu Shakira – Loca tue... huhuhu...

regards,

Wednesday, October 13, 2010

Drama Sebabak Kumbang Menyumbang..


memetik sebuah karya Sigma,

“oh bunga mawar kau idaman hati yang ku puja-puja selalu..
ingin hatiku untuk memetik dikau tapi apa daya ku tak sampai...”

-------------------------------------------------------

usul Kumbang Durjana dengan confidentnya, “adik Bunga, jom kita main-main sket malam nie...

abang Kumbang nak main-main ape malam nie ??”, soal Bunga Suci dengan muka yang merona merah suspicious.

Kumbang Durjana melirik senyuman manja mengoda.

kita main-main mesra saje... ringan-ringan sket je adik Bunga, tak luak pun...

Bunga Suci menggeleng tanda tak setuju.

ala... boleh la ye adik Bunga ?? seround ??”, usul Kumbang Durjana dengan muka selamba seposen.

Bunga Suci menggeleng lagi tanda protes.

please adik Bunga...”, rayu Kumbang Durjana lagi.

Bunga Suci menghela nafas panjang sambil mengumpul kekuatan urat-urat mulut untuk bersuara, “abang Kumbang, bukan adik Bunga tak mau main sama...

abes tue ??”, desak Kumbang Durjana lagi.

biar sayang sungguh adik Bunga sama abang Kumbang pun, tapi sayang lagi adik Bunga pada pegangan agama kita... jika boleh di elak, maka elok kita elakkan...”, tenang Bunga Suci menyatakan pendiriannya.

erkk !!!”, Kumbang Durjana terkedu seribu.

abang Kumbang tak kesah kan ??

tapi sampai bila adik Bunga ??”, protes Kumbang Durjana dengan riak yang separuh marah, separuh kecewa.

"sampai abang Kumbang cukup duit nak menyunting adik Bunga la...", halus sindiran Bunga Suci saat itu.

"errrrr...."

-------------------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- ape yang aku try nak sampaikan ek ?? errr... aku blur... nie la akibatnya bila brain system aku malfunctioned... sekian... uhuks... nanti aku blogwalking korang bila system aku dah pulih sediakala ye... :)

regards,

Sunday, October 10, 2010

Jika Kamu...


jika kamu yang teristimewa di hati,
titipan sms pasti akan singgah menghiasi skrin telefon kamu seawal subuh kelam..
sebuah ungkapan bersemangat pasti mengorak ukir senyuman kamu..

jika kamu yang menawan di hati,
titipan kuntum-kuntum bunga ros merah pasti menyegarkan pagi hari kamu..
sebuah kad bertulisan seni pasti melengkapkan hari ceria kamu nanti...

jika kamu yang terpilih di hati,
titipan bingkisan kotak kecil pasti menghindar seketika kepenatan hari kamu..
sebuah lambang tulisan klasik warna emas pasti menterjemahkan rasa prihatin aku pada kamu...

jika kamu yang terulung di hati,
titipan sms pasti berterusan menemani malam-malam kamu...
sebuah ucap selamat bersulam bibit-bibit impian masa depan pasti membuai tidur kamu...

dan jika hari menginjak hari pun,
aku harap kamu masih tetap di hati...

-------------------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- sangat jatuh chenta dengan suara Adam Levine time nyanyi lagu "If I Ain't Got You"... "some just want everything, but everything means nothing, if I ain't got you, you, you..." yeah !!

regards,

Wednesday, October 6, 2010

Jejak Tingkah Anon dan Welnon !!


hampir 2 tahun sejak aku memulakan sisi lain dalam dunia penulisan aktif, ini adalah entri yang ke-400 di sepanjang kewujudan blog ini... terus-terang, blog ini bukanlah blog yang terbaik, jauh sekalilah yang terpopular... hakikat yang perlu ditelan ikhlas semestinya...

aku sentiasa percaya,

“untuk menjadi yang terbaik, kita perlu serius dan dedikasi dalam penulisan.. dan untuk menjadi yang popular, kita haruslah mempunyai raut wajah “yang boleh dijual” dan “confident berlagak bagus yang tinggi”...”

oh serius, itu penanda aras dunia penulisan blogging, bukan suka-suka kenyataan lontaran untuk “mencari publisiti” dari aku okey... dan sungguh, tidak terlintas untuk aku ke arah lonjakan tahap seperti itu... tidak pernah walau sesaat... korang macam mana pulak ??

tak salah kalau aku rumuskan bahawa kebanyakan dari kita lebih mementingkan soal remeh sebenarnya... persoalan banyakkah yang menjadi follower atau banyakkah yang respons kepada entri kita masih lagi menjadi kepentingan... jangan tipu, jika tidak pasti kau tak kan sesekali bercakap tentang pagerank, alexa dan yang sebulu dengannya... bagaimana dengan kepuasan penulisan kalian ?? zero !! nil kan !!

korang puas ke dalam penulisan kalau sekadar berbekalkan entri copy-paste berita arus perdana, cerita promo tentang artis Kate Perry buat album baru atau mungkin kisah hangat skandal rumahtangga artis ?? maaf jika korang terasa, tetapi aku kena cakap apa yang aku rasa... betul tak ??

okay cukuplah aku berbicara soal “apa yang aku rasa” dalam entri spesial yang ke-400 ini... sekarang, jom bercerita tentang “apa yang korang rasa” plak di sini...

mungkin ramai dari korang yang selalu singgah sejenak ke blog aku nie untuk membaca entri baru, tapi tak sekali pun meninggalkan jejak taipan keyboard... maka kali nie, apa kata korang just drop by kat comment box tue dan say hi, jika sudi... aku tak paksa, tapi berilah ruang untuk aku turut mengenali korang...

sesungguhnya,

“disamping pembaca welnon sedia ada, korang yang anon juga layak untuk dihargai bukan ??”

--------------------------------------------

Aidy Shahiezad:- lebih suka blog picisan low-profile yang kadang-kala terserlah seni penulisan dan mesejnya daripada blog gah popular disukai ramai, tapi akhirnya terkial nak melayan semua followernya dek kerana ramainya...

regards,

Tuesday, September 28, 2010

Sebelum Terlewat .::. [Chapter 2 - Lelaki Tua Itu]


Chapter 2: Lelaki Tua Itu

“Assalamualaikum Budi..”

Budi menoleh ke arah belakang. Demi melihat sahaja susuk tubuh wanita yang menyapanya, dia menghela nafas panjang. Berpakaian blouse merah di samping skirt labuh hitam, dia amat kenal wanita tersebut.

“Datuk ingin berjumpa Budi sekarang...”, sambung bicara wanita di dalam lingkungan umur 30-an itu.

“mana dia ??”, balas Budi endah tak endah sahaja.

“di dalam kereta di hujung sana..”, jawab wanita tersebut sambil menunjukkan isyarat ke arah hujung kawasan parkir kereta di situ.

Budi menoleh ke arah yang dimaksudkan oleh wanita tersebut. Langkahnya di atur lambat-lambat menuju ke arah sebuah kereta Mercedes Benz S Class berwarna hitam yang diparkir di bawah pohon rendang di situ.

“Assalamualaikum Datuk..”, ucap Budi setelah dia masuk ke dalam tempat duduk belakang kereta tersebut. Di sebelahnya, duduk seorang lelaki tua yang telah menjangkau umur lebih 50-an. Walaupun, uban-uban putih semakin menghiasi rambut lelaki tua itu, namun dia masih kelihatan tegap dan kuat.

“wa’alaikumsalam... Budi sihat ??”, soal lelaki tua itu.

“saya macam biasa je Datuk... ada apa hal Datuk nak jumpa saya nie ??”, Budi sekadar menjawab pendek, sambil melontarkan soalan tentang tujuan lelaki tua tersebut.

“salahkah kalau sekadar nak berjumpa Budi bertanya khabar ??”, soal lelaki tua tersebut.

“hurmm.. banyak betul masa Datuk ye nak jumpa saya saja-saja nie...”, balas Budi dalam nada sindiran tajam.

Wajah lelaki tua itu merona merah demi mendengarkan jawapan Budi, namun dia masih cuba untuk berlagak tenang biarpun sesekali Budi melakar raut wajah tidak senang terhadapnya.

“takpalah.. nie ada duit untuk belanja Budi, ambillah...”, lelaki tua itu menghulurkan beberapa keping not berwarna biru bernilai RM50 setiap satu.

Budi lantas mengalihkan pandangannya dan memandang tajam ke arah lelaki tua tersebut.

“saya tak perlukan duit Datuk pun... terima kasih jelah...”, sindir Budi selamba. Dia dengan pantas keluar dari kereta Mercedes Benz hitam tersebut dan mengatur langkah laju ke arah kereta Proton Savvy miliknya.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Jam menunjukkan pukul 11.00 malam saat itu, bila mana pintu rumah sewa Budi diketuk perlahan. Dia yang baru 10 minit menonton televisyen di atas sofa berkalih bangun ke arah pintu.

Pintu dibuka dan Budi sedikit terkejut dengan kehadiran tetamunya malam itu.

“kau nak apa malam-malam buta nie Liya ??”

“boleh aku masuk ??”, soal gadis bernama Liya itu.

“kau gila ke apa ?? dah tengah malam dah nie... karang macam-macam plak yang jadi nanti..”, nada suara Budi sedikit meninggi.

Liya sekadar ketawa kecil.

“kau takut ke Budi ??”, dia menyindir.

“kau nak apa sebenarnya Liya ??”, soal Budi meminta kepastian.

“nie hah, aku nak pulangkan buku Teori Fizik nie je...”, Liya lantas mengunjukkan sebuah buku tebal berwarna biru gelap.

“haih kau nie, pasal buku pun beriya datang malam-malam buta nie.. esok pagi tak boleh bagi ke ??”, Budi menyuarakan protes atas kedatangan Liya malam itu.

Liya sekadar menyengih. Suasana senyap seketika. Perlahan-lahan dia mendekati Budi yang ketika itu berdiri di muka pintu.

“Budi... serius kau tak mahu ajak aku masuk dalam dulu ??”, bisik Liya di telinga Budi. Tangannya sengaja diletakkan di atas bahu Budi.

Nafas Budi sedikit berubah menjadi laju.

“Gulp...”, dia berulang kali menelan air liurnya. Adrenalinnya yang mengalir pantas menghujam jantungnya cuba ditenangkan.

“err... Liya...”

(bersambung lagi lain kali...)

Aidy Shahiezad:- fuh.. lama betul, baru aku dapat nak post chapter 2 nie... huhu...

regards,

Wednesday, September 15, 2010

Kompilasi Kisah Raya...

(suasana raya kedua)

Strategi Malam Raya :-

seperti raya-raya yang lepas, raya tahun nie pun tak terlepas daripada habit aku yang satu nie.. orang lain semua sibuk nak balik kampung seawal-awal yang boleh... aku plak ?? tunggu malam raya baru nak bergerak balik kau tahu... haha... biasa aku bajet malam raya nie jalan raya tue agak cool la berbanding dengan malam-malam lainnya... kenapa ea ?? sebab malam raya, jalan tak sesak sangat, tambah plak polis tak buat speedtrap atau roadblock malam raya nie... sesambil tue, dapat la tengok panorama percikan bunga api di langit sepanjang perjalanan balik ke kampung aku kat Perak tue... hehehe...

(tengah ready nak pergi beraya nie)

Suam-Suam Raya Pertama :-

since raya kali nie jatuh pada hari Jumaat, maka tak banyak yang dapat dilakukan oleh peraya-peraya tegar macam aku nie... hehe... mana taknya, baru je abes solat aidilfitri, bila mana mood baru nak gear up then kena plak solat jumaat... jadi, secara officialnya, kemeriahan raya hanya bermula pada raya kedua sahaja yakni hari sabtu kau tahu...

(muka seposen Danish.. hehe..)

Roti Canai :-

kau pernah beli roti canai ?? tipu la kalau tak pernah ye tak ?? huhu... masuk raya ketiga, aku dah bosan makan bihun, nasi lemak, nasi impit, rendang segala bagai... jadi, aku amek inisiatif beli roti canai plak sebagai breakfast menu... serius, roti canai yang satu nie memang sedap la... mana nak dapat roti canai harga 80 sen yang still lagi tebal lagi roti dia.. walau pun tebal, tapi terserlah lembut roti tue... kuah kacang dal dia plak jangan cakap la marvellous dia.. haha...

(kedai roti canai famous giler tue)

tapi, nak beli roti canai tue rupanya adalah satu penyeksaan kau tahu... bayangkan, beli roti canai pun kena amek nombor giliran... ingatkan pergi pejabat kerajaan je kena amek nombor... adoyai... aku yang datang jam 7.30 pagi pun hanya dapat nombor giliran 45... haih.. dua jam aku menunggu kat situ.. huhu... dan masa aku nak amek roti canai aku tue, nombor giliran dah jadi 60 lebih dah... next year raya, kena keluar jam 6.30 pagi plak kot... hehehe...

(tengah melepak sambil enjoy bayu laut)

Main Air di Laut Terbuka :-

macam raya-raya yang lepas gak, masuk raya ketiga hari tue, sempat gak la pergi main air kat Teluk Batik, Lumut... dapat main air barang sejam dua pun jadilah kan.. hehe... tapi, seriously raya kali nie, punya la banyak umat manusia datang main air kat situ... padat tak padat la gak tempat tue... dan sempat la aku menyaksikan sorang hamba Allah tercampak kat tengah laut tue time tengah main bot airhead tue... melambung tinggi kau tahu... kecoh gak la sekejap.. huhuhu...

Aidy Shahiezad:- tiada perasaan sudah saat ini... hurm...

regards,

Monday, August 30, 2010

Malam Kemerdekaan untuk Anak Bangsa yang Terjajah Minda !!


kenapa agaknya kes buang bayi kat Malaysia nie kejap hangat diperkatakan, kejap orang terlupakan ??

perasankah korang yang kes buang bayi nie sering hangat diperkatakan menjelang bulan May, September dan November sahaja.... apa istimewanya bulan-bulan tue berbanding bulan-bulan yang lain ??

pikir-pikirkan bersama,

andai malam ini malam kemerdekaan Malaysia, biar silih berganti sekali pun angka kemerdekaan tue, situasinya tetap sama... anak muda yang masih belia remaja akan meraikannya dengan simbolik kebebasan dan kemerdekaan daripada penjara nafsu... agaknya, jika bukan hari sambutan kemerdekaan, maka tak merdekalah jiwa raga nafsu mereka... barangkali...

andai malam ini malam tahun baru, biar silih berganti kurun masehi yang terpampang di kalendar pengaruh roman, situasinya masih kekal sama... anak muda belia mahupun yang sudah senjakala bakal meraikannya dengan simbolik penyerahan diri demi sebuah kepuasan sementara yang bakal mencipta ketagihan tak berkesudahan... agaknya, jika bukan sambutan tahun baru, maka tak cukup barulah rekod kemaksiatan nafsu yang ada... barangkali...

andai malam ini malam pengabadian kekasih, biar silih berganti kekasih yang mewarnai dunia hari-hari, situasinya pasti masih sama... anak muda remaja merelakan jiwa mereka ternoda tatkala meraikannya dengan simbolik penyerahan dan pengabadian tubuh yang diratah enak ibarat lauk yang terhidang percuma... agaknya, jika bukan kerana hari kekasih, maka pasti kekasih tak sebenarnya dianggap kekasih... barangkali...

andai malam-malam nie terus-terangan menjadi simbol kemerdekaan dan kebebasan kita, lantas pasti jahanamlah benih-benih adam masa depan...

jika demikian kisahnya, maka, merdekakah kita pada zahirnya ??

(idea iklan bertema pidato berapi sempena sambutan kemerdekaan negara yang ke 53 nie sebenarnya dah kalah kepada idea iklan buat kereta abc petronas masa peringkat saringan hari tue... tue pasallah aku cuma iklankan kat sini saja... hehehe...)

Aidy Shahiezad:- tetiba terasa macam aku sedang berpidato gaya Sukarno dulu-dulu... dengan berbekalkan sut lengkap bersongkok tinggi senget, fuh !!! berimaginasi tinggi sungguh aku nie rupanya... haha...

regards,

Sunday, August 29, 2010

Mini Novel: Sebelum Terlewat .::. [Chapter 1 - Introduksi]


Chapter 1: Introduksi

Suasana di Dewan Utama hingar-bingar saat itu. Di setiap sudut dewan, masing-masing galak bertukar-tukar cerita diselang-seli dengan tawa canda. Malam itu adalah malam apresiasi mahasiswa Kolej Almaputra. Acara tahunan itu, kebiasaannya bagi meraikan para mahasiswa dan mahasiswi Kolej Almaputra yang berada pada tahun terakhir pengajian mereka.

“Hadirin sekalian !!”, teriak suara moderator majlis memecahkan suasana di dalam Dewan Utama.

“Malam ini, kita akan dipersembahkan dengan sebuah persembahan istimewa. Berikan tepukan gemuruh untuk saudara Budi Haikal bin Hariz..”

Hadirin majlis menghalakan pandangan ke arah pentas utama. Lampu sorot perlahan-lahan menyinari ruang tengah pentas, memperlihatkan susuk tubuh seorang anak muda berusia awal 20-an yang tatkala itu tunduk memandang ke lantai pentas sambil kejap memegang gitar di tangannya. Tubuhnya diam terpaku tanpa menunjukkan sebarang reaksi kepada hadirin majlis yang menanti persembahannya. Sejurus kemudian, jarinya mula memetik gitar, mengalunkan sebuah irama muzik.

Semakin ku menyayangimu
Semakin kau menyakitiku
Semakin ku mencintaimu
Semakin kau menghancurkanku

Entah sampai kapan
Kau akan menyadarinya
Bahwa hanya diriku
Yang pantas ‘tuk memiliki diriku
Yang rela korbankan semuanya untukmu

Sampai kapanpun kau ‘kan ku cintai
Walau kau tak pernah membalas cintaku padamu
Walau apapun kau ‘kan ku sayangi
Setulus hatiku seumur hidupku ku mencintaimu

Takkan pernah bisa
Ku melupakanmu walau sekejap saja
Takkan pernah mampu
Menggantikanmu dalam seluruh hidupku


Penuh penghayatan dia menyampaikan lagu tersebut, seolah-olah dia di dalam dunianya sendiri tanpa mempedulikan audien di bawahnya. Hadirin majlis yang mendengarkan persembahan tersebut juga turut terpaku diam. Usai persembahan lagu tersebut, seisi dewan bertepuk tangan tanda terhibur dengan persembahan yang dibawakannya. Dia hanya memberikan isyarat tunduk hormat dan lantas terus meninggalkan pentas tanpa mengucapkan sepatah perkataan.

“Budi, nanti dulu...”, pengurus acara malam itu, Farah memanggil dia.

Langkah pantas Budi terhenti di sudut pintu keluar bilik persediaan itu. Farah berlari-lari anak mendapatkan dia. Farah memandang wajah Budi saat itu.

“Terima kasih Budi kerana masih menunaikan janji Budi... Farah tahu yang Budi masih marahkan Farah lagi...”, bicara Farah lembut.

“Sekurang-kurangnya aku masih menepati janji...”, jawapan yang terlontar dari mulut Budi seolah-olah menempelak Farah saat itu.

Farah menundukkan wajahnya.

“Farah tahu memang Farah bersalah... harap Budi maafkan Farah...”, perlahan sahaja Farah melafazkan permohonan maafnya kepada Budi.

“aku pergi dulu...”, Budi membalas, lantas mengatur langkah pantas keluar dari bilik persediaan itu, meninggalkan Farah termangu-mangu seorang diri.

Ketika Budi menghampiri kereta Proton Savvy miliknya, bahunya dipegang dari belakang.

“Assalamualaikum Budi...”

(bersambung jika ada permintaan...)

Aidy Shahiezad:- mencuba nasib sekali lagi dengan menulis mini novel kedua tahun ini.. harap korang menerima seadanya kisah "Sebelum Terlewat" nie.... :)

regards,

Monday, August 2, 2010

Aku Hilang Nafsu !!!


sejak beberapa minggu nie...

aku hilang nafsu untuk berblogging secara tegar... *apa sudah jadi nie ? hurm...
aku hilang nafsu mahu berfesbuk secara aktif... *setiap hari, buka fesbuk sekali je...
aku hilang nafsu nak buat kerja rajin-rajin... *hurm.. sangat terasa tak dihargai pun...
aku hilang nafsu untuk berjalan jauh-jauh... *dah penat berjalan agaknya...
aku hilang nafsu mahu main games bebanyak... *entah bila kali terakhir aku main pun...
aku hilang nafsu untuk makan nasi tiap hari... *makan kuey teow goreng lagi best kot !!
aku hilang nafsu terhadap kamu juga.. ehh ?? *siapakah kamu yang aku maksudkan tue ?? nasiblah kamu... huhu...

tapi, kini...

aku cuba sedaya upaya untuk membangkitkan kembali nafsu yang kian pudar tue...
nafsu yang kian buntu, bangkitlah cepat... kembalikan ghairahku seperti sediakala...
*mampu ke ?? ke ada sesiapa yang sudi nak bantu aku ??
aku terima seikhlas hati je nanti tanpa banyak bicara... hohoho...


sesekali, aku terpikir...

adakah ini yang dinamakan krisis pertengahan umur agaknya... uhuks... :p

-----------------------------------------------------------------------------

Yang Tak Terungkapkan:-
maaf, sebenarnya aku tak mahu lagi ingat masa nakalku di dalam hatimu... aku telah pun melanjutkan hidupku dan pesanku, lanjutkanlah juga hidupmu... kini, kau bukan lagi dalam setiap mimpiku... :)

-----------------------------------------------------------------------------

Aidy Shahiezad: kenakalan dan nafsu sama sekali tidak dapat dipisahkan... benarkah begitu ?? hehe..

regards,

Sunday, August 1, 2010

Kisah Kanak-Kanak Riang Yang di Eksploitasi...


tadi, masa tengah aku syok bergolek-golek atas katil sambil menghabis pembacaan novel Cinta Sufi (*pelengkap trilogi Bagaikan Puteri) tulisan novelis favourite aku, Ramlee Awang Murshid, secara mengejut ustazah yang pernah mengajar aku mengaji time kanak-kanak riang dulu muncul depan rumah aku... mau la aku tak terperanjat beruk kat situ... haha...

actually, dah lama gak tak jumpa dia, sejak aku abes sekolah rendah sampai la sekarang... aku pun ingat-ingat lupa je muka dia... so, bila dia datang menziarah rumah aku tadi, tetiba terbit la memori lama pasal kes mengaji nie, yang jarang-jarang aku sharekan dengan orang sebelum nie... bukan skandal cinta terlarang ke ape ke okey... juz kes lurus bendul sorang kanak-kanak riang yang suci lagi murni.. *sekarang, aku rasa macam kesucian tue dah dinodai je... uhuks..

fuh.. alkisahnya macam nie...

masa first day aku datang mengaji dulu, seriously aku sangat nervous okey... kanak-kanak riang umur 7 tahun kena paksa mengaji, mau tak nervous kau... haha... so, bila sampai rumah ustazah tue, aku tengok dah ada 3-4 orang kanak-kanak lain yang dengan feelingnya tengah mengaji gak.. aku pun ngan segan-silunya duduk la kat satu ceruk tersorok kat sudut dinding rumah tue...

sedang aku dengan khusyuk dan tawaduknya mengaji,

1, 2, 3, do, re, mi....
apa nak jadi, alif, ba, ta, A, B, C....

ustazah tue panggil aku untuk sesi menghadap...
*korang tau kan maksud menghadap bila time tengah mengaji tue.. haih.. cuak seyh aku time tue..

ustazah tanya aku, “mak panggil apa ??”
aku dengan confidentnya, sebut la nama yang selalu orang lain panggil mak aku sebab pemahaman aku kuat mengatakan yang ustazah tue tanya, orang selalu panggil mak aku dengan panggilan apa...

ustazah tue diam sekejap lepas dengar jawapan aku sebelum dia terus suruh aku sambung mengaji depan dia... lepas daripada hari tue, dia panggil aku nama dengan nama mak aku tue... dan aku, sebagai kanak-kanak riang yang suci lagi murni, bagi respons je la setiap kali dia panggil aku dengan nama mak aku... *adoi.. lurus bendul !!

makin lama aku dok terpikir, apesal ustazah tue suka panggil nama mak aku ea... pikir punya pikir, baru la aku paham soklan dia sebenarnya bila prosa ayat bahasa melayu aku dah makin hebat dan fantastik... rupa-rupanya dia tanya, mak aku selalu panggil aku nama apa...

dan kesudahan sadisnya, nama tue la yang dok dia panggil sampai la aku khatam Quran dengan flying colors 3 tahun selepas tue... *ces... tak pasal-pasal je...

-------------------------------------------------------------------------------------

Yang Tak Terungkapkan:-
sebagai kanak-kanak tak cukup umur, jangan malu untuk bertanya pada yang lebih dewasa kalau korang rasa macam ada kemusykilan... malu bertanya, nanti sakit hati menahan telinga jawabnya... haha...

-------------------------------------------------------------------------------------

Aidy Shahiezad: yang penting, aku tetap pandai mengaji... hehe... :p

regards,

Wednesday, July 21, 2010

Adik, Kau Memang Ayu (A.K.M.A), Tapi...


seriously dik, abang tak tipu...

adik memang nampak menawan... dengan rambut lurut tersisir rapi, adunan hitam likat warna rambut tue nampak bersinar, tambah lagi bila diblend secukup rasa dengan warna coklat emas tue... berseri !! dah kira hampir sama dengan warna rambut abang je nie haa.. :)

dan muka adik yang bujur sirih tue pun nampak comel je sebab ada iras-iras Lisa Surihani yang glamor tue... sejuk je mata nak memandang... haih... senang cerita, kita nie kira macam sejiwa gak laa... *kan ??

tapi kan, skill masak burger adik kena improve sket la kot... huhuhu....

kalau ikutkan standard rancangan realiti masakan Master Chef yang pames tue, abang ratekan adik macam nie laa...

Gaya Persediaan – Tip Top !!
Skill & Teknik Memasak – Out !!
Presentation Masakan – Suam-Suam Okey !!


adik jangan ambil hati ea... walaupun skill masak burger adik tue nampak macam tak PRO, tapi seriously rasa burger tue memang sedap abes la... ikhlas abang puji... tak rugi beli walaupun abang kena tahan mata tengok adik terkial-kial nak masak daging burger tue tadi.. *berpeluh menunggu !! fuh...

-----------------------------------------------------

Yang Tak Terungkapkan:-
kat Malaysia nie, burger dah hampir mencapai tahap piawaian yang ditetapkan untuk disenaraikan sebagai salah satu makanan ruji rakyat... hoho... lepas nie adik kena improve sket teknik masak burger tue la kot sebab demand memang tinggi.. !!

-----------------------------------------------------

Aidy Shahiezad: entry yang sepatutnya release untuk hari nie terpaksa diperam dulu bagi memberikan laluan kepada entry nie... hehe...

regards,

Sunday, July 18, 2010

Hipokrasi AMNESIA dalam Kehidupan !!

di dalam hidup ini,

berapa ramaikah daripada kita yang benar-benar beribadah kerana ikhlas dan bukan untuk menunjuk-nunjuk kepada yang lain ??

biarpun korang pikir perkara nie macam agak tak logik je, namun percaya atau tidak, inilah yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari... *tidak dapat tidak, sedikit riak dalam setiap perbuatan kita pasti ada... benar begitu kan ??

maka, sebuah persoalan ini dilontar untuk renungan kita bersama... seberapa ramaikah dari kita yang sebenarnya mengalami AMNESIA dalam kehidupan kita ??? huhuhu....

berbuat baik jika kau dilihat orang
berkata halus jika kau didengar orang

menghujat orang pun tak pernah ditinggalkan

dzolimi orang pun selalu dilakukan

kadang kau beramal, kadang kau memfitnah
padahal Tuhan selalu melihat

PAGI BERIMAN, SIANG LUPA LAGI
SORE BERIMAN, MALAM AMNESIA...

~ Gigi - Amnesia ~

aku juga merasakan aku sendiri tergolong dalam kelompok AMNESIA yang diperkatakan itu... huhuhu (*blame me, i'm juz another weak creature in this beautiful world !!)... sesekali aku mula mendengarkan lagu catchy Gigi nie, hati rapuh aku seakan-akan di panah tepat ke sasaran... nah... aku sendiri pun kena tusuk dalam dengan mesej ringkas sebegini... huhuhu...

oleh yang demikian, menjelang bulan Ramadhan yang semakin hampir tiba nie, jomlah kita selalu ingat-mengingati di antara satu sama lain... tak salah bukan ?? sememangnya, kita mampu mengubahnya !!

---------------------------------------------------------------------------------------

Yang Tak Terungkapkan:-
sebagai seorang perfectionist, aku mula belajar untuk menerima hakikat kehidupan bahwa tak semua orang itu sempurna... masa untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan mula mengikut rentak arah angin berhembus... jom !! *namun, tidak pula bermakna aku bakal menjadi lalang yang lemah dan acapkali meliuk-lentuk mengikut tiupan kasar angin... hehehe...

---------------------------------------------------------------------------------------

regards,

Tuesday, July 13, 2010

Senti Yang Mental...


aku kini beberapa SENTI lagi untuk menjadi MENTAL...

abeslah aku kalau macam nie... hahaha...

to my heart,
juz keep smiling and be cool alwitz...
bcoz i'm far better than some people expected... yeah !!!

--------------------------------------------------------------

Yang Tak Terungkapkan:-
suddenly, felt like losing some faiths (not related to religious issue k)... also, i'm felt like missing some strengths... juz wondering, am i start to losing my mind ??? hurm... :(

--------------------------------------------------------------

regards,

Faithful Followers

Blog Walking

♥ SILA TINGGALKAN JEJAK KORANG DI SINI.. ♥
Insya-Allah, aku akan rajin2kan diri follow dan blogwalking korang nanti...
♥ THANKS !! ♥
-------------------------------

Network Blogs